Minggu, 18 Maret 2012

ANALISIS MAKANAN DAN MINUMAN YANG MENGANDUNG ZAT ADITIF

ANALISIS MAKANAN DAN MINUMAN YANG MENGANDUNG ZAT ADITIF

A.  PENDAHULUAN
Setiap hari kita memerlukan makanan untuk mendapatkan energi (karbohidrat dan lemak) dan untuk pertumbuhan sel-sel baru, menggantikan sel-sel yang rusak (protein). Selain itu, kita juga memerlukan makanan sebagai sumber zat penunjang dan pengatur proses dalam tubuh, yaitu vitamin, mineral, dan air.
Sehat tidaknya suatu makanan tidak bergantung pada ukuran, bentuk, warna, kelezatan, aroma, atau kesegarannya, tetapi bergantung pada kandungan zat yang diperlukan oleh tubuh. Suatu makanan dikatakan sehat apabila mengandung satu macam atau lebih zat yang diperlukan oleh tubuh. Setiap hari, kita perlu mengonsumsi makanan yang beragam agar semua jenis zat yang diperlukan oleh tubuh terpenuhi. Hal ini dikarenakan belum tentu satu jenis makanan mengandung semua jenis zat yang diperlukan oleh tubuh setiap hari.
Supaya orang tertarik untuk memakan suatu makanan, seringkali kita perlu menambahkan bahan-bahan tambahan ke dalam makanan yang kita olah. Bisa kita perkirakan bahwa seseorang tentu tidak akan punya selera untuk memakan sayur sop yang tidak digarami atau bubur kacang hijau yang tidak memakai gula. Dalam hal ini, garam dan gula termasuk bahan tambahan. Keduanya termasuk jenis zat aditif makanan. Zat aditif bukan hanya garam dan gula saja, tetapi masih banyak bahan-bahan kimia lain.
Zat aditif makanan ditambahkan dan dicampurkan pada waktu pengolahan makanan untuk memperbaiki tampilan makanan, meningkatkan cita rasa, memperkaya kandungan gizi, menjaga makanan agar tidak cepat busuk, dan lain.

1. PENGERTIAN ZAT ADITIF
Istilah zat aditif sendiri mulai familiar di tengah masyarakat Indonesia setelah merebak kasus penggunaan formalin pada beberapa produk olahan pangan, tahu, ikan dan daging yang terjadi pada beberapa bulan belakangan. Formalin sendiri digunakan sebagai zat pengawet agar produk olahan tersebut tidak lekas busuk/terjauh dari mikroorganisme. Penyalahgunaan formalin ini membuka kacamata masyarakat untuk bersifat proaktif dalam memilah-milah mana zat aditif yang dapat dikonsumsi dan mana yang berbahaya.
Secara umum, zat aditif makanan dapat dibagi menjadi dua yaitu : (a) aditif sengaja, yaitu aditif yang diberikan dengan sengaja dengan maksud dan tujuan tertentu, seperti untuk meningkatkan nilai gizi, cita rasa, mengendalikan keasaman dan kebasaan, memantapkan bentuk dan rupa, dan lain sebagainya. Dan kedua, (b) aditif tidak sengaja, yaitu aditif yang terdapat dalam makanan dalam jumlah sangat kecil sebagai akibat dari proses pengolahan.
Bila dilihat dari sumbernya, zat aditif dapat berasal dari sumber alamiah seperti lesitin, asam sitrat, dan lain-lain, dapat juga disintesis dari bahan kimia yang mempunyai sifat serupa dengan bahan alamiah yang sejenis, baik susunan kimia, maupun sifat metabolismenya seperti karoten, asam askorbat, dan lain-lain. Pada umumnya bahan sintetis mempunyai kelebihan, yaitu lebih pekat, lebih stabil, dan lebih murah. Walaupun demikian ada kelemahannya yaitu sering terjadi ketidaksempurnaan proses sehingga mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan, dan kadang-kadang bersifat karsinogen yang dapat merangsang terjadinya kanker pada hewan dan manusia.
2. MACAM-MACAM ZAT ADITIF
Zat aditif pada makanan, ada yang berasal dari alam dan ada yang buatan (sintetik). Untuk zat aditif alami tidak banyak menyebabkan efek samping. Lain halnya dengan zat aditif sintetik.
Beberapa zat aditif dari alam yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :
v  Pewarna
Contohnya : Daun pandan (hijau), kunyit (kuning), buah coklat (coklat), wortel (orange), anato (orange), karamel (cokelat hitam), beta karoten (kuning) dan klorofil (hijau).
v  Penyedap
Contohnya : Pala, merica, cabai, laos, kunyit, ketumbar.
v  Pengawet
Contohnya : asam cuka (untuk acar), gula (untuk manisan), dan garam (untuk asinan ikan/telur). Selain itu beberapa bahan alam misalnya saja penambahan air jeruk atau air garam yang dapat digunakan untuk menghambat terjadinya proses reaksi waktu coklat (browing reaction) pada buah apel.
v  Pengemusi
Contohnya : putih telur.
Beberapa zat aditif sintetik yang sering digunakan dalam beranaka jenis makanan, yaitu :
v  Zat Pewarna
   zat pewarna adalah bahan yang dapat memberi warna pada makanan, sehingga makanan tersebut lebih menarik. Tartrazin adalah pewarna makanan buatan yang mempunyai banyak macam pilihan warna, diantaranya Tartrazin CI 19140. Contoh pewarna sintetik: biru berlian (biru), coklat HT (coklat), eritrosit (merah) dan hijau FCF (hijau).
v  Penyedap rasa dan aroma (flavor)
Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan berasal dari golongan ester. Contoh: Isoamil asetat (rasa pisang), isoamil valerat (rasa apel), butil butirat (rasa nanas), isobutil propionat (rasa rum).
v Penguat rasa (flavour echancer)
Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenak dengan nama vetsin. MSG sebagai penguat rasa makanan dan juga untuk melezatkan makanan. MSG merupakan zat aditif makanan buatan, sedangkan yang alami diantaranya adalah bunga cengkeh.
v  Zat pemanis buatan
Bahan ini tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi, contohnya sakarin(kemanisannya 500x gula), dulsin (kemanisannya 250x gula), dan natrium siklamat (kemanisannya 50x gula) dan serbitol.
v  Pengawet
Pengawet adalah bahan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan mikroorganisme. Zat pengawet dimaksudkan untuk memperlambat oksidasi yang dapat merusak makanan.
Contoh bahan pengawet dan penggunaannya:
• Asam benzoat, natrium benzoat dan kalium benzoat, untuk minuman ringan, kecap, acar ketimun dalam botol dan caos.
• Natrium nitrat (NaNo3), untuk daging olahan dan keju.
• Natrium nitrit (NaNo2), untuk daging olahan, daging awetan dan kornet kalangan.
• Asam propionate, untuk roti dan sediaan keju olahan.
v  Anti oksidan
Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat oksidasi. Contohnya :
• Asam askorbat (bentukan garam kalium, natrium, dan kalium), digunakan pada daging olahan, kaldu, dan buah kalangan.
• Butil hidroksianisol (BHA), digunakan untuk lemak dan minyak makanan
• Butil hidroksitoluen (BHT), digunakan untuk lemak, minyak makan, margarine dan mentega.
v  Pengemulsi, pemantap, dan pengental
Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem dispersi yang homogen pada makanan. Gom Arab adalah bahan aditif alami yang gunanya untuk mengemulsi minyak dan air agar dapat bersatu. Garam alginat dan gliserin merupakan bahan aditif  buatan yang digunakan untuk menstabilkan dan memekatkan suatu makanan sehinggga dapat membuat makanan bertekstur lembut dan rata
Contoh: agar-agar, gelatin, dan gom arab

v  Pemutih dan pematang tepung
Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan.
Contoh: Asam askorbat, aseton peroksida, dan kalium bromat

v  Pengatur keasaman
Zat aditif ini dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan.
Contoh: asam asetat, aluminium amonium sulfat, ammonium bikarbonat, asam klorida, asam laktat, asam sitrat, asam tentrat, dan natrium bikarbonat

v   Anti kempal
Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk.
Contoh: aluminium silikat (susu bubuk), dan kalsium aluminium silikat (garam meja).

v  Pengeras
Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan.
Contoh: aluminium amonium sulfat (pada acar ketimun botol), dan kalium glukonat (pada buah kalangan).

v   Sekuestran
Adalah bahan yang mengikat ion logam yang ada dalam makanan.
Contoh: asam fosfat (pada lemak dan minyak makan), kalium sitrat (dalam es krim), kalsium dinatrium EDTA dan dinatrium EDTA.

v Penambah gizi
Zat aditif yang ditambahkan adalah asam amino, mineral, atau vitamin untuk memperbaiki gizi makanan.
Contohnya: Asam askorbat, feri fosfat, vitamin A, dan vitamin D.


3. KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN
a.  Keuntungan
Penggunaan zat aditif memiliki keuntungan meningkatkan mutu makanan dan pengaruh negatif bahan tambahan pangan terhadap kesehatan.
Agar makanan dapat tersedia dalam bentuk yang lebih menarik dengan rasa yang enak, rupa dan konsentrasinya baik serta awet maka perlu ditambahkan bahan makanan atau dikenal dengan nama lain “food additive”.
b.  Kelemahan
Bahan aditif juga bisa membuat penyakit jika tidak digunakan sesuai dosis, apalagi bahan aditif buatan atau sintetis. Penyakit yang biasa timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan aditif adalah kanker, kerusakan ginjal, dan lain-lain. Maka dari itu pemerintah menagtur penggunaan bahan aditif makanan scara ketat dan juga melarang pengguanaan bahan aditif makanan tertentu jika dapat menimbulakan masalah kesehatan yang berbahaya. Pemerintah juga melakukan berbagai penelitian guna menemukan bahan aditif makanan yang aman dan murah.

4. TUJUAN PERCOBAAN
a.    Meneliti kandungan zat pada makanan (jajanan) dan minuman berenergi.
b.    Menguji zat warna pada makanan (jajanan) menggunakan teknik absorbsi atau kormatografi



B.  PROSEDUR PERCOBAAN
1.   ALAT DAN BAHAN
A.  ALAT
No.
Nama alat
Banyaknya
1
Gunting
2 buah
2
Pensil
1 buah
3
Pulpen
1 buah
4
Penggaris
2 buah
5
Piring kecil
1 buah
6
Mangkok plastik
1 buah


B.  BAHAN
No.
Nama bahan
Banyaknya
1
Sambal sachet nasional
1 bungkus
2
Kecap bango
Secukupnya
3
Saos ABC
Secukupnya
4
Kertas saring
Secukupnya
5
Tinta merah
Secukupnya
6
Air
Secukupnya
7
Makanan dan minuman
a.    Jaipong
b.    Richeese nabati
c.    Richeese siip rasa keju
d.    Richeese siip rasa coklat
e.    Hemaviton jreng
f.    Kukubima ener-g!
g.    M-150
h.    Extra joss
i.      Chitato
j.     Cheetos net
k.    Leo
l.      Taro

1 bungkus
1 bungkus
1 bungkus

1 bungkus

1 bungkus
1 bungkus
1 bungkus
1 bungkus
1 bungkus
1 bungkus
1 bungkus
1 bungkus
2.   PROSEDUR PERCOBAAN
      2.1 meneliti kandungan jat pada makanan atau jajanan dan minuman berenergi
a.    komposisi makanan dan minuman yang akan diteliti dilihat dan amati.
b.    Komposisi tersebut ditulis

2.2         Menguji zat warna pada makanan (jajanan) menggunakan teknik absorbsi atau kormatografi
a.      Makanan yang akan diuji zat warnanya, dihaluskan
b.      Kemudian diberi sedikit air agar menjadi agak kental
c.      Kertas saring dipotong
d.      sampel makanan tadi di letakkan di atas kertas saring
e.      kertas saring yang berisi sampel dicelupkan kedalam air
f.      kemudian diamati

C.  HASIL PENGAMATAN
1.     Kandungan zat pada makanan atau jajanan dan minuman berenergi :
a.   Jenis makanan yang di teliti
v Chitato
Komposisi :
Kentang, minyak kelapa sawit (mengandung antioksidan TBHQ), bumbu rasa ayam barbeque (mengandung bubuk daging ayam, penguat rasa mononatrium glutamat), dinatrium inosinat, dinatrium guanilat dan hidrosilat protein nabati.
v Cheetos net
Komposisi :
Terigu, tapioka, minyak kelapa sawit (mengandung antioksidan TBHQ), bumbu rasa rumput laut (mengandung penguat rasa mononatriumglutamat, natrium ribonukleotida, rumput larut, pengembang gula dan garam.
v Leo
Komposisi :
Tepung kentang, minyak nabati, bumbu rasa ayam (penguat rasa mononatrium glutamat, pewarna karamel), pengemulsi monodlisenda nabati (mengandung antioksidan alfa fotokerol dan askorbil palmitat)
v Taro :
Komposisi :
Tepung terigu, , minyak nabati, bumbu rasa balado (IUSG, dinatrium inosiat dan guanilat), Oleoresin (cabe dan lada), gula, garam dan pengembang kue.

b.  Jenis minuman yang di teliti
v Hemaviton jreng
Komposisi :
Taurine 1000 mg, 1,3,7 trimethylxanthine 50 mg, ginseng extract setara dengan serbuk akar ginseng 250 mg, vitamin B3 (nicotinamide) 20 mg, vitamin B5 (pantothenic acid) 5 mg, vitamin B6 (pyridoxine HCl) 5 mg, B8 (inositol) 50 mg, dan B12 (cyanocobalamine) 5 mg.

v Extra joss
Komposisi :
Taurine 1000 mg, ekstrak ginseng korea setara dengan serbuk ginseng 350 mg, vitamin B2 (sodium phosphate) 3 mg, vitamin B3 16 mg, vitamin B5 5 mg, vitamin B6 1,5 mg, vitamin B8 (inesitel) 10 mg, vitamin B9 (asam folat) 100 mcg, vitamin B12 1 mcg, royal jelly 2 mg, (1,3,7 trimethilxanthine) 50 mg

v KukuBima ener- g
Komposisi :
Panax radix extract (ginseng) setara dengan 300 mg serbuk ginseng, royal jelly 30 mg, honey 100 mg, taurin 1000mg, caffeine , (1,3,7 trimethilxanthine) 50 mg, vitamin B3 20mg, vitamin B6 5 mg, vitamin B12 5 mcg, aspertame, cyclamate (sodium cyclohexanesulfamate), acesulfame, sodium bicarbonate, citric acid, flavour, caroisine Cl 14720, Briliant blue Cl 42090

v M- 150
Komposisi :
Taurine 1000mg, ginseng 3000 mcg, (1,3,7 trimethilxanthine) 50 mg, inositol 50 mg, vitamin B3 20mg, vitamin B1 10 mg, vitamin B6 5mg, aspartame, vitamin B2, citric acid, Na bicarbonate.


2.    Hasil pengamatan uji kandungan zat warna pada makanan dengan cara kormtografi :
No.
Nama jajanan
Setelah diuji dengan cara kormatografi
1
Jaipong
Sampel jaipong tetap
2
Richeese sipp rasa keju
Sampel Richeese sipp rasa keju  tetap
3
Richeese sipp rasa coklat
Sampel Richeese sipp rasa coklat tetap
4
Richeese nabati
Sampel Richeese nabati  tetap
5
Kecap bango
Sampel kecap naik
6
Saos ABC
Sampel saos tetap
7
Sambal nasional sachet
Sampel sambal tetap
8
Tinta merah
Sampel tinta naik­­­­­­­­­


D.       PEMBAHASAN
Hampir semua makanan dan minuman yang dijadikan objek penelitian mengandung zat aditif, baik ituyang alami maupun buatan/sintetik.
Berikut zat aditif yang terkandung dalam makanan dan minuman berserta bahayanya bagi kesehatan :
1.     Minyak kelapa sawit (mengandung antioksidan TBHQ)
2.    Penguat rasa (mononatrium glutamat)
Kelainan hati, trauma, Hipertensi, Stress, Demam tinggi, Mempercepat proses penuaan, Alergi kulit, Mual, Muntah, Migren, Asma, Ketidakmampuan belajar, Depresi.
3.    Dinatrium inosinat
4.    dinatrium guanilat
5.    hidrosilat protein nabati
6.    natrium ribonukleotida
7.    pengembang gula dan kue
8.    garam
9.    pewarna karamel
10.   pengemulsi monodlisenda nabati (mengandung antioksidan alfa fotokerol dan askorbil palmitat)
11.  Oleoresin (cabe dan lada)
12.  gula
13.   garam

1.     Taurine 1000 mg
2.    1,3,7 trimethylxanthine 50 mg
3.    ginseng extract setara dengan serbuk akar ginseng 250 mg
4.    vitamin B3 (nicotinamide) 20 mg
5.    vitamin B5 (pantothenic acid) 5 mg
6.    vitamin B6 (pyridoxine HCl) 5 mg
7.    B8 (inositol) 50 mg
8.    B12 (cyanocobalamine) 5 mg
9.    vitamin B2 (sodium phosphate) 3 mg
10.  vitamin B9 (asam folat) 100 mcg
11.  royal jelly 2 mg
12.  Panax radix extract (ginseng) setara dengan 300 mg serbuk ginseng
13.  Aspertame
 Gangguan saraf dan tumor otak
14.  cyclamate (sodium cyclohexanesulfamate)
15.  acesulfame
16.  sodium bicarbonate
17.  citric acid
18.  flavour
19.  caroisine Cl 14720
20. Briliant blue Cl 42090
21.  inositol 50 mg
22. vitamin B1 10 mg
23. Na bicarbonate


E.       KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan ini, dapat disimpulkan bahwa :
1.     Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.

2.    zat aditif makanan dapat dibagi menjadi dua yaitu : (a) aditif sengaja, yaitu aditif yang diberikan dengan sengaja dengan maksud dan tujuan tertentu, seperti untuk meningkatkan nilai gizi, cita rasa, mengendalikan keasaman dan kebasaan, memantapkan bentuk dan rupa, dan lain sebagainya. Dan kedua, (b) aditif tidak sengaja, yaitu aditif yang terdapat dalam makanan dalam jumlah sangat kecil sebagai akibat dari proses pengolahan.

3.    Jenis­-jenis zat aditif antara lain pewarna, penyedap rasa, penambah aroma, pemanis, pengawet, pengemulsi dan pemutih.

4.    Penggunaan zat aditif memiliki keuntungan meningkatkan mutu makanan dan pengaruh negatif bahan tambahan pangan terhadap kesehatan.
Agar makanan dapat tersedia dalam bentuk yang lebih menarik dengan rasa yang enak, rupa dan konsentrasinya baik serta awet maka perlu ditambahkan bahan makanan atau dikenal dengan nama lain “food additive”.

5.    Bahan aditif juga bisa membuat penyakit jika tidak digunakan sesuai dosis, apalagi bahan aditif buatan atau sintetis. Penyakit yang biasa timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan aditif adalah kanker, kerusakan ginjal, dan lain-lain. Maka dari itu pemerintah menagtur penggunaan bahan aditif makanan scara ketat dan juga melarang pengguanaan bahan aditif makanan tertentu jika dapat menimbulakan masalah kesehatan yang berbahaya. Pemerintah juga melakukan berbagai penelitian guna menemukan bahan aditif makanan yang aman dan murah.

F.       LAMPIRAN







 







sebelum diuji

                                                                               



Sesudah diuji







 



                                                                               


Minuman Berenergi








 








                      

1 komentar:

  1. Mbak, mau tanya nih. Bagaimana cara penambahan zat aditif ke dalam albumen telur unggas tanpa merusak/melubangi cangkang? Proses apa yang harus dilakukan?

    BalasHapus